Tertawalah Kamu dengan sebenar-benarnya Tawa (bertakwalah Kamu dengan sebenar-benarnya Takwa)....He..He..He....Welcome to comeedy-edinfo,semoga Anda Terhibur

Wednesday, March 30, 2011

Belajar Berhitung

Seorang murid menerima hukuman dari gurunya.
"Tono, kamu bisa berhitung ?"tanya Bu Guru. Tono merengut sambil mengatakan, setiap hari ayahnyalah yang mengajari dia berhitung.
"Coba setelah tiga berapa?" tanya Bu Guru.
Tono dengan tangkas menyahut<"Empat,lima,enam,tujuh,delapan,sembilan."
Ibu Guru manggut-manggut. "Kalau setelah sepuluh berapa Tono ?"
Tono : "Jack, Queen,King,Bu !"

Di sekolah

Guru :"Berapa 5 plus 4
Mr.Bean :"9"
Guru :"Berapa 4 plus 5 ?"
Mr. Bean : "He,he,he, Anda mau menjebak saya, anda hanya membalik hitungannya, jawabannya 6"

Salam perkenalan

Seorang guru bermaksud melatih anak-anak didiknya yang masih duduk di sekolah dasar untuk memupuk rasa percaya diri mereka. Guru tersebut meminta mereka untuk memperkenalkan diri sekaligus mengungkapkan cita-cita mereka.
Dodi berdiri dan berkata :"Nama saya Dodi, kalo besar saya ingin menjadi pilot." Bagus sekali Dodi terima kasih. Siapa lagi?"tanya Bu guru. Seorang anak perempuan yang duduk di tengah berdiri dan berkata, Nama saya Santi, kalo besar nanti saya ingin jadi ibu rumah tangga dan punya anak yang manis !"
 Bagus, jadi Ibu rumah tangga merupakan cita-cita yang mulia. Siapa lagi ?"
Si Zaenal berdiri dan berkata,""Saya Zaenal, nanti kalo sudah besar saya akan membantu Santi mencapai cita-citanya..."

Ibu Berisik Sih

Di sebuah taman kanak-kanak sedang ada pelajaran menggambar. Ibu guru sedang asik melihat muridnya menggambar, tetapi si Vera hanya memandangi halaman yang kosong saja.
Ibu Guru :"Ver, kamu gambar apa ?" kok kertasnya masih kosong?"
Vera :"Kuda makan rumput, Bu Guru !"
Ibu Guru : "Mana rumputnya ?"
Vera :"Dimakan Kuda, Bu !"
Ibu Guru : "Lalu Kudanya mana ?"
Vera : "Udah lari Bu! habis Ibu berisik sih !"

Mengabsen Kelas

Di kelas 1 sebuah sekolah dasar guru sedang mengabsen kelas
Guru :" Nana Yuliani!"
Nana : "Saya Bu!"
Guru : David Hutagalung!"
David :"Saya Bu!"
Guru : "Tono Surtono M!"
Tono :"Saya Bu!"
Guru : "Tono,tolong ke sini sebentar !"
Tono :"Kenapa Bu Guru ?"
Guru : "Ibu nggak suka sama nama kamu, kalo udah Tono jangan pake Surtono lahi. Jadinya aneh. Bilangin itu ke Bapak mu ya !"
Tono :"Ya Bu!"
Guru : "Ngomong-ngomong M-nya singkatan dari apa ?"
Tono :"Martono Bu!"

Smary Saklitunov

Seorang Guru baru tengah mengabsen murid-muridnya. Sang guru tertarik dengan sebuah nama dan dengan penasaran si guru memanggil muridnya.
Guru :" Smary Saklitunov,coba kemari !"
Murid : "Ya Bu, saya."
Guru : "Sini kamu nak, kamu keturunan Yugoslavia ya ?"
Murid : " Ngga Bu !"
Guru : "Lalu kenapa nama kamu Smary Satlitunov ?"
Murid :" Oo..itu, Smary itu singkatan dari nama Bapak saya Surtono dan Ibu saya Maryani
Guru : "Mmmm...lalu Saklitunov?"
Murid : "Sabtu Kliwon Tujuh Nopember"

Tuesday, March 15, 2011

Surga Neraka

Pada suatu siang,murid-murid kelas 2 SD tengah menerima pelajaran Agama (pelajaran terakhir sebelum pulang)
Bu Guru :"Anak-anak sebelum pulang ibu mau tanya dulu ya ?"
Bu Guru :"Siapa yang tidak mau masuk neraka,tunjuk jari !!!"
Semua murid tunjuk jari kecuali Udin
Bu Guru :"Siapa yang mau masuk surga tunjuk jari !!!"
Semua murid tunjuk jari kecuali Udin
Bu Guru bingung lalu bertanya pada Udin.
Bu Guru :"Udin tadi Ibu tanya yang tidak mau masuk neraka,tunjuk jari,kok kamu gak tunjuk jari ?"
Udin terdiam.
Bu Guru :"Trus Ibu tanya lagi yang mau masuk surga tunjuk jari, kamu gak tunjuk jari lagi ??"
Bu Guru : "Emangnya kamu mau masuk neraka ???"
Udin : "Nggak kok Bu."
Bu Guru :"Trus kenapa ?"
Udin :"Kata mama sama papa,kalau pulang sekolah gak boleh singgah-singgah di jalan !"
Bu Guru :"....????"

Personalia Perusahaan mengajari cara mengisi biodata

Seorang Personalia Perusahaan membagikan biodata kepada calon pelamar kerja.
Pelamar Kerja : "Pak, nama orangtua ditulis ya ?"
Personalia :  "Ya,ditulis."
Tak lama kemudian pelamar kerja bertanya lagi
Pelamar Kerja : "Pak, Alamat orangtua ditulis ya ?"
Personalia : (mulai kesal)..."Ya.ditulis !"
Belum tiga menit pelamar kerja bertanya lagi...
Pelamar Kerja :"Pak, jenis kelamin orangtua ditulis ?
Personalia yang kekesalannya telah sampai di ubun-ubun,"Nggak ! Digambar !!"

Monday, March 14, 2011

35 Tahun

Pada malam lebaran antrean di depan loket tiket pesawat di Bandara Juanda Surabaya begitu sesak, akhirnya loket tersebut tutup dan terssisa tiga orang,yaitu seorang Gubernur,Perwira Tinggi TNI, dan pensiunan guru Bahasa Indonesia. Mereka sangat kecewa hingga akhirnya keluarlah seorang petugas dari pintu loket.
Petugas :"Bapak-bapak,ini tiket tinggal satu lembar. Tapi menurut aturan diberikan kepada orang yang paling berjasa. Siapa di antara bapak-bapak ini yang paling berjasa ?"
Gubernur :(sambil bertolak pinggang)tentu saja saya karena saya seorang Gubernur disini yang banyak menjalankan pembangunan
Perwira TNI : (sambil menunjukkan bekas luka di kakinya akibat terkena granat). Tentu saja saya orang yang paling berjasa,karena saya ikut perang melawan penjajah !!"
Petugas : "Kalau bapak yang diam ini, apa Bapak punya jasa di negeri ini ? Bapak siapa ?"
Pak Guru : "Saya pensiunan Guru SMA 1 Bangkalan. Maaf Pak petugas,kalau ditanya jasa, saya ini 35 tahun berdiri di depan kelas !"
Petugas : "Apa ??? 35 tahun di depan kelas ??? Baiklah bapak-bapak,tiket ini saya berikan buat bapak guru ini."
Gubernur dan perwira TNI : ???!!!???"

Kamu Mengaku Saja

Seorang Guru Sejarah memberikan pertanyaan kepada murid-muridnya.
Guru : "Anak-anak, Siapa yang menulis Pancasila dan UUD 1945 ?
Murid-murid diam seribu bahasa. Karena hingga menjelang usai jam pelajaran belum satupun murid yang menjawab, maka sang guru marah. Akhirnya dia menghukum seluruh muriduntuk berjemur di lapangan upacara hingga sore hari. Salah seorang murid yang bernama Hariman tiba di rumah dengan menangis tersedu-sedu. Ayahnya yang keheranan bertanya :
Ayah : " Man, kenapa kamu ? berkelahi ?"
Hariman : "Bukan Pak, tapi kami dihukum berjemur oleh Pak Guru."
Ayah : "Kenapa sampai dihukum ?"
Hariman : "Kami tidak menjawab siapa yang menulis Pancasila dan UUD 1945,Pak."
Ayah : (Sambil marah-marah) Kenapa kamu tidak mengaku saja kalau kamu yang menulisnya ?!?!"

Friday, March 4, 2011

Ngerjain Satpam Bank Mandiri

Hari itu entah apa saya lupa, saya mengambil uang di Kemanggisan Jakarta Barat di ATM bank Mandiri. Setelah mengambil uang saya tunggu-tunggu kok ATM saya ngga keluar, padahal saya yakin saya belum mengambil ATM tersebut, saya pun bergegas memanggil satpam yang berjaga di situ dan bilang kalo ATM saya tertelan. Satpam itupun segera mengambil obeng untuk membuka ATM tersebut, ternyata ATM saya ngga ada, maka Satpam itupun bilang, ATMnya ngga ada Pak coba Bapak lihat dompet Bapak lagi, ternyata memang ATM itu sudah saya ambil dan masuk ke dompet saya,he..he...memang kalo banyak pikiran bisa blank otak kita ya...maaf ya Pak Satpam ya....jangan melotot begitu dong....

Alamak... Sepatu Teman... ku pakai....

Hari itu Sabtu siang kira-kira di bulan Juni 2010, saya dan beberapa rekan pengajar Bimbingan Belajar O-Friends Jakarta habis menyebarkan brosur ke sekolah-sekolah di Jakarta, dan tibalah saatnya pulang dari salah satu cabang Bimbingan Belajar tersebut, dengan pedenya saya segera mengambil sepatu yang bentuknya mirip dengan sepatu saya juga kaos kakinya, tanpa melihat merek sepatu itu lagi langsung saya pakai, tidak ada yang ganjil saat saya pakai,ukuran sepatu itu pas dikaki saya. Namun pada saat yang bersamaan, saya lihat seorang teman saya yang bernama Pak Catur kebingungan mencari sepatunya dengan pedenya saya tegur hilang ya Pak sepatunya, iya nih... katanya, namun beberapa saat matanya tertuju pada sepatu yang saya kenakan dan sembari agak berteriak dia menunjuk ke arah sepatu saya, maaf Pak kayaknya Pak Edi sepatunya salah deh... itu sepatu saya, maka saya pun bergegas memeriksa sepatu yang saya pakai ternyata memang bukan sepatu saya karena merknya lain dan sepatu saya justru masih ada di rak sepatu.... he..he...he....kami pun ketawa ngakak bersama teman-teman yang lain...ya hitung-hitung obat capek setelah seharian nyebar brosur